Selasa, 29 Januari 2013

Tugas ISD ke 2


JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun sangat mencemaskan, kejahatan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) belum dianggap sebagai suatu ancaman yang bisa mengganggu keberlangsungan bangsa dan negara. Padahal, bangsa ini bisa hancur oleh narkoba.
”Ancaman jangan dilihat bahwa besok negara ini akan runtuh. Ini terlebih hanya ancaman terhadap kesehatan generasi muda,” kata Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/1), saat ditanya sejauh mana ancaman narkoba bagi bangsa Indonesia.
Djoko menjelaskan, narkoba merupakan zat yang membius sehingga penggunanya kecanduan. Pecandu selalu ingin kembali menggunakan narkoba yang harganya terus naik. Kondisi itu dapat memicu para pengguna melakukan tindak kejahatan, dan hal itu berarti ancaman bagi keberadaan generasi muda.
Namun, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengingatkan seriusnya persoalan narkoba yang dihadapi bangsa saat ini. Meskipun upaya pemberantasan sudah dilakukan, mafia narkoba tetap gagal dibendung. Bangsa ini dikhawatirkan bakal hancur jika pemerintah tidak dengan segera mengambil langkah konkret.
Menurut Mahfud, pemerintah harus segera mengambil langkah yang lebih konkret untuk memperkuat struktur unit penanggulangan narkoba yang lintas sektoral dan terdiri dari orang-orang yang bersih, punya integritas, dan tegas terhadap mafia. Mafia itu bisa masuk melalui orang-orang yang punya jabatan penting. ”Itulah makanya perlu dikumpulkan lagi (orang-orang berintegritas) dan diatur bagaimana kerjanya. Kita bertahun-tahun (memerangi narkoba), tapi kita tidak menghasilkan apa-apa,” katanya.
Meskipun demikian, Djoko memandang peredaran narkoba merupakan persoalan cukup serius. Karena itu, diharapkan pemberantasan serta penindakan para pengedar narkoba harus terus dioptimalkan. ”Karena itu, BNN (Badan Narkotika Nasional) dengan segala kiprahnya harus diapresiasi,” tuturnya.
Menurut Djoko, pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba seharusnya tidak hanya dibebankan kepada BNN. Masyarakat, pendidik, dan media juga harus turut andil dalam upaya pemberantasan narkoba.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih menunggu laporan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia terkait kebenaran penangkapan 16 tersangka pengedar narkoba sindikat internasional, termasuk tiga warga negara asing terpidana kasus narkoba yang mendekam di lembaga pemasyarakatan.
”Siapa saja yang terlibat dalam jaringan narkotika harus diungkap dan diproses hukum. Jika ada keterlibatan aparat yang menyalahgunakan kewenangan atau memberikan ruang bagi peredaran narkotika di LP juga harus ditindak tegas dan diproses hukum,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha.
Sesungguhnya, ujar Mahfud, fokus pemberantasan ke depan adalah menggunting jaringan narkoba. Mafia biasanya melibatkan uang besar, berapa pun biaya yang dibutuhkan untuk keluar dari jeratan hukum pasti dibeli mafia. ”Tidak tertutup kemungkinan melibatkan pejabat-pejabat penting, pejabat penegak hukumlah,” kata Mahfud.
Narkoba, lanjutnya, lebih jahat daripada terorisme. Sekali tindak terorisme dilakukan, orang- orang yang menjadi korban jelas. Berbeda dengan narkoba, korban barang terlarang ini berkelanjutan dan jarang diketahui.
Apalagi narkoba sudah merasuki hampir semua lini masyarakat. Menurut Sumirat Dwiyanto, Kepala Humas BNN, ”Orang kaya, miskin, tua-muda. Terakhir hakim di Aceh ditangkap karena menjadi bandar. Saat ini diperkirakan sekurangnya ada 4,2 juta pengguna narkoba di Indonesia yang berusia 10 tahun hingga 60 tahun.”
Hakim Konstitusi Akil Mochtar menyalahkan ketidakkonsistenan penegakan hukum terhadap pemberantasan narkoba. Setidaknya ditunjukkan masih ada grasi, remisi, atau jenis pengurangan hukuman lain yang diberikan kepada napi. Penundaan eksekusi terpidana mati juga diduga memberi pengaruh kian maraknya peredaran narkoba. Vonis mati terbukti tidak menjerakan. ”Kalau negara punya keinginan politik untuk segera mengeksekusi ketika keputusan hakim sudah selesai, mungkin orang akan takut,” ujar Akil.
Secara terpisah, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin membantah penangkapan tiga narapidana kasus narkoba oleh Polda Metro Jaya dari LP Cipinang dan LP Nusakambangan, Jawa Tengah. Tidak pernah ada penangkapan, yang ada peminjaman (bon) napi, yaitu Tan Swee Koon (WN Singapura).
Senin lalu, Polda Metro merilis penangkapan 17 orang dalam kasus narkoba, termasuk tiga napi asing yang divonis mati. Mereka adalah Lee Che Hen (WN Malaysia) di LP Cipinang, Adam Wilson (WN Nigeria) di LP Nusakambangan, dan Tan Swee Koon di LP Nusakambangan.
Menurut Amir, Adam Wilson saat ini menghuni LP Cipinang karena dipinjam BNN sejak November tahun lalu. Polda Metro Jaya sama sekali belum pernah meminjam Wilson. Lee Che Hen pernah dipinjam Polres Bandara Soekarno-Hatta pada 11 Januari 2013 selama satu hari. Tan Swee Koon pernah dipinjam Ditserse Narkoba Polda Metro Jaya.
Ketika ditanya mengenai kepemilikan telepon genggam, Amir mengungkapkan, pengawasan terhadap hal itu terus-menerus dilakukan.(NTA/ONG/WHY/ANA/WIE/JON/ABK/RIZ/NIK/GRE/HAN)


Opini saya : 
Narkoba, obat yang seharusnya dipakai untuk ilmu pengobatan dan penelitian dengan pengawasan malah digunakan Pribadi,mereka hanya menggunakan tanpa mengetahui efek baik positif ataupun negatif dari obat-obatan tersebut, bahkan ,mereka seakan tidak peduli efek negatif dari obat tersebut, yang mereka tahu hanyalah obat-obatan itu dapat menghilangkan rasa stress mereka dan menyelesaikan permasalahan mereka, namun sebenarnya tidak demikian, mereka seharusnya menyesaikan masalah yang mereka hadapi, bukan lari dari kenyataan dengan menggunakan Obat-obatan terlarang tersebut

Tugas ISD 3 January bagian 3



3.Prasangka, Diskriminasi, & Emosentis
a. Di indonesia masih terjadi diskriminasi?
Jawabannya Ya, bahkan kita bisa melihatnya di sekitar kita beberapa tindak diskriminasi, contohnya saja petugas RS tidak sigap melayani masyarakat miskin, berbeda sekali saat ada pejabat atau orang kaya yang sakit mereka semua memasang wajah ramah & cekatan sekali.

  1. Apakah bangsa Yahudi/Israel saat ini menganut Clauseunisme?
Kalau saya katakan,Saya pastikan bahwa jawabannya iya dilihat dari sifat mereka, atau bahkan lebih buruk, mengapa? Karena tindakan mereka yang perlahan merebut Palestina untuk diklaim oleh mereka sendiri bahkan berupaya untuk memisahkannya dari jangkauan dunia,contohnya salah satu kasus yang di akibatkan oleh tentara mereka kepadda Anak-anak di Gaza, Anak-anak Gaza pun menjadi korban kebringasan militer Israel. Serangan Israel itu telah membunuh sebanyak 50 anak Gaza yang tak berdosa. Selain itu, sebanyak 450 anak juga mengalami luka parah akibat bombardir senjata yang dilakukan tentara Zionis.

Tugas ISD 3 January bagian 2


2. Agama & Masyarakat
a. Perkembangan Agama di Indonesia
1.      ISLAM
Etika Islam datang di Indonesia, berbagai agama dan kepercayaan seperti animisme, dinamisme, Hindu dan Budha, sudah banyak dianut oleh bangsa Indonesia bahkan dibeberapa wilayah kepulauan Indonesia telah berdiri kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu dan Budha. Misalnya kerajaan Kutai di Kalimantan Timur, kerajaan Taruma Negara di Jawa Barat, kerajaan Sriwijaya di Sumatra dan sebagainya. Namun Islam datang ke wilayah-wilayah tersebut dapat diterima dengan baik, karena Islam datang dengan membawa prinsip-prinsip perdamaian, persamaan antara manusia (tidak ada kasta), menghilangkan perbudakan dan yang paling penting juga adalah masuk kedalam Islam sangat mudah hanya dengan membaca dua kalimah syahadat dan tidak ada paksaan.
Tentang kapan Islam datang masuk ke Indonesia, menurut kesimpulan seminar “ masuknya Islam di Indonesia” pada tanggal 17 s.d 20 Maret 1963 di Medan, Islam masuk ke Indonesia pada abad pertama hijriyah atau pada abad ke tujuh masehi. Menurut sumber lain menyebutkan bahwa Islam sudah mulai ekspedisinya ke Nusantara pada masa Khulafaur Rasyidin (masa pemerintahan Abu Bakar Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib), disebarkan langsung dari Madinah.

B. Cara Masuknya Islam di Indonesia

Islam masuk ke Indonesia, bukan dengan peperangan ataupun penjajahan. Islam berkembang dan tersebar di Indonesia justru dengan cara damai dan persuasif berkat kegigihan para ulama. Karena memang para ulama berpegang teguh pada prinsip Q.S. al-Baqarah ayat 256 :

Artinya :
Tidak ada paksaan dalam agama (Q.S. al-Baqarah ayat 256)

Adapun cara masuknya Islam di Indonesia melalui beberapa cara antara lain ;
1. Perdagangan
Jalur ini dimungkinkan karena orang-orang melayu telah lama menjalin kontak dagang dengan orang Arab. Apalagi setelah berdirinya kerajaan Islam seperti kerajaan Islam Malaka dan kerajaan Samudra Pasai di Aceh, maka makin ramailah para ulama dan pedagang Arab datang ke Nusantara (Indonesia). Disamping mencari keuntungan duniawi juga mereka mencari keuntungan rohani yaitu dengan menyiarkan Islam. Artinya mereka berdagang sambil menyiarkan agama Islam.
2. Kultural
Artinya penyebaran Islam di Indonesia juga menggunakan media-media kebudayaan, sebagaimana yang dilakukan oleh para wali sanga di pulau jawa. Misalnya Sunan Kali Jaga dengan pengembangan kesenian wayang. Ia mengembangkan wayang kulit, mengisi wayang yang bertema Hindu dengan ajaran Islam. Sunan Muria dengan pengembangan gamelannya. Kedua kesenian tersebut masih digunakan dan digemari masyarakat Indonesia khususnya jawa sampai sekarang. Sedang Sunan Giri menciptakan banyak sekali mainan anak-anak, seperti jalungan, jamuran, ilir-ilir dan cublak suweng dan lain-lain.
3. Pendidikan
Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan yang paling strategis dalam pengembangan Islam di Indonesia. Para da’i dan muballig yang menyebarkan Islam diseluruh pelosok Nusantara adalah keluaran pesantren tersebut. Datuk Ribandang yang mengislamkan kerajaan Gowa-Tallo dan Kalimantan Timur adalah keluaran pesantren Sunan Giri. Santri-santri Sunan Giri menyebar ke pulau-pulau seperti Bawean, Kangean, Madura, Haruku, Ternate, hingga ke Nusa Tenggara. Dan sampai sekarang pesantren terbukti sangat strategis dalam memerankan kendali penyebaran Islam di seluruh Indonesia.
4. Kekuasaan politik
Artinya penyebaran Islam di Nusantara, tidak terlepas dari dukungan yang kuat dari para Sultan. Di pulau Jawa, misalnya keSultanan Demak, merupakan pusat dakwah dan menjadi pelindung perkembangan Islam. Begitu juga raja-raja lainnya di seluruh Nusantara. Raja Gowa-Tallo di Sulawesi selatan melakukan hal yang sama sebagaimana yang dilakukan oleh Demak di Jawa. Dan para Sultan di seluruh Nusantara melakukan komunikasi, bahu membahu dan tolong menolong dalam melindungi dakwah Islam di Nusantara. Keadaan ini menjadi cikal bakal tumbuhnya negara nasional Indonesia dimasa mendatang.
2.      KRISTEN
Sejarah Agama Kristen di Indonesia

Perkembangan Agama Kristen di Indonesia dapat dibagi menjadi 3 zona waktu.

1. Sebelum kolonialisme Belanda
2. Saat kolonialisme Belanda
3. Setelah kolonialisme Belanda

Sebelum Kolonialisme Belanda

Agama Katolik untuk pertama kalinya masuk ke Indonesia pada bagian pertama abad ke-7 di Sumatera Utara. Kota Barus yang dahulu disebut Pancur dan saat ini terletak di dalam Keuskupan Sibolga di Sumatera Utara adalah tempat kediaman umat Katolik tertua di Indonesia

Saat Kolonialisme Belanda

Kristen Katolik tiba di Indonesia saat kedatangan bangsa Portugis, yang kemudian diikuti bangsa Spanyol yang berdagang rempah-rempah, Katolik Roma pertama tiba pada tahun 1534, di kepulauan Maluku melalui orang Portugis yang dikirim untuk eksplorasi. Fransiskus Xaverius, misionaris Katolik Roma dan pendiri Ordo Yesuit bekerja di kepulauan Maluku pada tahun 1546 sampai tahun 1547. Namun ketika Belanda mengalahkan Portugis tahun 1605, Belanda mengusir misionari-misionari Katolik dan memperkenalkan Kristen Protestan (dari aliran Calvinist Dutch Reformed Church), sehingga terpengaruh pada ajaran Calvinisme dan Lutheran.

Perkembangan Kekristenan di Indonesia pada jaman itu cukup lambat. Hal ini dikarenakan ajaran Calvinist merupakan aliran agama Kristen yang memerlukan pendalaman Alkitab yang mendalam, sementara edisi Alkitab saat itu belum ada yang berbahasa Indonesia (bahasa Belanda). Lagipula, VOC sebagai kendaraan Belanda untuk masuk dan menguasai Indonesia saat itu adalah sebuah perusahaan sekuler dan bukan perusahaan yang cukup religius, sehingga tidak mendukung penyebaran agama yang dilakukan oleh misionaris Belanda sendiri. Setelah pengaruh VOC mulai tenggelam pada tahun 1799, pemerintah Belanda mulai memperbolehkan penyebaran agama dengan lebih leluasa. Orang Kristen aliran Lutheran dari Jerman yang lebih toleran dan tidak memaksa pemeluknya untuk mempelajari agama Kristen dengan sedemikian dalam, mulai memanfaatkan perijinan tersebut untuk mulai menyebarkan agama di antara orang Batak di Sumatera pada tahun 1861, dan misionari Kristen Belanda dari aliran Rhenish juga menyebarkan agama di Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tengah

Setelah Kolonialisme Belanda

Pada abad ke 20 setelah Belanda pergi dari Indonesia, agama Kristen dan Katolik mulai berkembang pesat. Hal ini dimulai oleh sebuah keadaan pada tahun 1965, ketika terjadi peralihan kekuasaan Presiden Soekarno kepada Presiden Soeharto. Saat itu, Komunisme (dan Atheisme) merupakan hal yang dilarang oleh pemerintah. Semua orang-orang yang tidak beragama, langsung dicap Atheis, dan dengan demikian sangat mudah untuk dituduh sebagai pengikut Komunis. Saat itu, gereja dari berbagai aliran mengalami pertumbuhan jemaat yang pesat, terutama dari orang-orang (sebagian besar beretnis Tionghoa yang berasal dari Cina, yang merupakan negara Komunis) yang merasa tidak nyaman dengan kebijakan pemerintah mengenai Komunisme dan Atheisme pada saat itu.

Pada akhir abad ke 20 sampai awal abad 21, banyak misionaris dari Amerika yang menyebarkan aliran Evangelican dan Pentecostal. Aliran yang sering disebut "Karismatik" ini merupakan aliran yang dianggap "modern" karena menggabungkan antara Kristen tradisional, dengan pola pikir modern pada jaman ini
3.      KHATOLIK
Ada dugaan bahwa agama Kristen sudah sampai ke Indonesia lebih seribu tahun lalu. Tetapi data sejarah yang ada mengungkapkan bahwa agama Kristen masuk ke Indonesia bersamaan dengan datangnya bangsa barat pada Abad XVI. Kemudia orang Indonesia mulai masuk Kristen kali pertama di Maluku, oleh pekerjaan imam Gereja Roma Katolikyang datang bersama pedagang Portugis. Pada masa itu terjadi persaingan antar kekuatan politik,dengan bangsa belanda yang notabennya Kristen Protestan. Persaingan itu akhirnya dimenagkan oleh Belanda dengan perusahaan dagang VOC. Pihak portugis terusir meninggalkan jemaat-jemaat Roma Katolik yang kemudian besarnya diprotestankan. Setelah peristiwa ini, kemudian Gereja Protestanlah yang lebih pesat perkembangannya di Indonesia.
Pada abad XVIII VOC bangkrut dan membubarkan diri yang diakibatkan karena korupsi pegawainya. Kemudian pemerintah kolonial menangani secara langsung kehidupan umat Kristen dengan membentuk suatu gereja Protestan pemerintah-Inische Kerrk- tepatnya pada tahun 1835. Dari  Inische Kerrkinilah lahir Gereja-gereja Etnis yang besar di Indonesia bagian Timur, yaitu Gereja Masehi Injili Minahasa, gereja Protestan Maluku, dan Gereja Masehi Injili di Timor. Jemaat-jemaat lainya tergabung dalam satu sinode tersendiri, yaitu Gereja protestan di Indonesia bagian Barat.
Meskipun demikian, ternyata perlahan tapi pasti gereja katolikpun masih ikut berkembang dan masih eksis sampai sekarang. Hal ini dibuktikan dengan jumlah gereja katolik yangterdapat di 33 (34) wilayah di Indonesia. Dengan lebih kurang lima juta anggota Gereja.

4.      HINDU
Masuknya agama Hindu ke Indonesia terjadi pada awal tahun Masehi, ini dapat diketahui dengan adanya bukti tertulis atau benda-benda purbakala pada abad ke 4 Masehi denngan diketemukannya tujuh buah Yupa peningalan kerajaan Kutai di Kalimantan Timur. Dari tujuh buah Yupa itu didapatkan keterangan mengenai kehidupan keagamaan pada waktu itu yang menyatakan bahwa: “Yupa itu didirikan untuk memperingati dan melaksanakan yadnya oleh Mulawarman”. Keterangan yang lain menyebutkan bahwa raja Mulawarman melakukan yadnya pada suatu tempat suci untuk memuja dewa Siwa. Tempat itu disebut dengan “Vaprakeswara”.
Masuknya agama Hindu ke Indonesia, menimbulkan pembaharuan yang besar, misalnya berakhirnya jaman prasejarah Indonesia, perubahan dari religi kuno ke dalam kehidupan beragama yang memuja Tuhan Yang Maha Esa dengan kitab Suci Veda dan juga munculnya kerajaan yang mengatur kehidupan suatu wilayah. Disamping di Kutai (Kalimantan Timur), agama Hindu juga berkembang di Jawa Barat mulai abad ke-5 dengan diketemukannya tujuh buah prasasti, yakni prasasti Ciaruteun, Kebonkopi, Jambu, Pasir Awi, Muara Cianten, Tugu dan Lebak. Semua prasasti tersebut berbahasa Sansekerta dan memakai huruf Pallawa.
Dari prassti-prassti itu didapatkan keterangan yang menyebutkan bahwa “Raja Purnawarman adalah Raja Tarumanegara beragama Hindu, Beliau adalah raja yang gagah berani dan lukisan tapak kakinya disamakan dengan tapak kaki Dewa Wisnu”
Bukti lain yang ditemukan di Jawa Barat adalah adanya perunggu di Cebuya yang menggunakan atribut Dewa Siwa dan diperkirakan dibuat pada masa Raja Tarumanegara. Berdasarkan data tersebut, maka jelas bahwa Raja Purnawarman adalah penganut agama Hindu dengan memuja Tri Murti sebagai manifestasi dari Tuhan Yang Maha Esa. Selanjutnya, agama Hindu berkembang pula di Jawa Tengah, yang dibuktikan adanya prasasti Tukmas di lereng gunung Merbabu. Prasasti ini berbahasa sansekerta memakai huruf Pallawa dan bertipe lebih muda dari prasasti Purnawarman. Prasasti ini yang menggunakan atribut Dewa Tri Murti, yaitu Trisula, Kendi, Cakra, Kapak dan Bunga Teratai Mekar, diperkirakan berasal dari tahun 650 Masehi.
Pernyataan lain juga disebutkan dalam prasasti Canggal, yang berbahasa sansekerta dan memakai huduf Pallawa. Prasasti Canggal dikeluarkan oleh Raja Sanjaya pada tahun 654 Caka (576 Masehi), dengan Candra Sengkala berbunyi: “Sruti indriya rasa”, Isinya memuat tentang pemujaan terhadap Dewa Siwa, Dewa Wisnu dan Dewa Brahma sebagai Tri Murti.
Adanya kelompok Candi Arjuna dan Candi Srikandi di dataran tinggi Dieng dekat Wonosobo dari abad ke-8 Masehi dan Candi Prambanan yang dihiasi dengan Arca Tri Murti yang didirikan pada tahun 856 Masehi, merupakan bukti pula adanya perkembangan Agama Hindu di Jawa Tengah. Disamping itu, agama Hindu berkembang juga di Jawa Timur, yang dibuktikan dengan ditemukannya prasasti Dinaya (Dinoyo) dekat Kota Malang berbahasa sansekerta dan memakai huruf Jawa Kuno. Isinya memuat tentang pelaksanaan upacara besar yang diadakan oleh Raja Dea Simha pada tahun 760 Masehi dan dilaksanakan oleh para ahli Veda, para Brahmana besar, para pendeta dan penduduk negeri. Dea Simha adalah salah satu raja dari kerajaan Kanjuruan. Candi Budut adalah bangunan suci yang terdapat di daerah Malang sebagai peninggalan tertua kerajaan Hindu di Jawa Timur.
Kemudian pada tahun 929-947 munculah Mpu Sendok dari dinasti Isana Wamsa dan bergelar Sri Isanottunggadewa, yang artinya raja yang sangat dimuliakan dan sebagai pemuja Dewa Siwa. Kemudian sebagai pengganti Mpu Sindok adalah Dharma Wangsa. Selanjutnya munculah Airlangga (yang memerintah kerajaan Sumedang tahun 1019-1042) yang juga adalah penganut Hindu yang setia.
Setelah dinasti Isana Wamsa, di Jawa Timur munculah kerajaan Kediri (tahun 1042-1222), sebagai pengemban agama Hindu. Pada masa kerajaan ini banyak muncul karya sastra Hindu, misalnya Kitab Smaradahana, Kitab Bharatayudha, Kitab Lubdhaka, Wrtasancaya dan kitab Kresnayana. Kemudian muncul kerajaan Singosari (tahun 1222-1292). Pada jaman kerajaan Singosari ini didirikanlah Candi Kidal, candi Jago dan candi Singosari sebagai sebagai peninggalan kehinduan pada jaman kerajaan Singosari.
Pada akhir abad ke-13 berakhirlah masa Singosari dan muncul kerajaan Majapahit, sebagai kerajaan besar meliputi seluruh Nusantara. Keemasan masa Majapahit merupakan masa gemilang kehidupan dan perkembangan Agama Hindu. Hal ini dapat dibuktikan dengan berdirinya candi Penataran, yaitu bangunan Suci Hindu terbesar di Jawa Timur disamping juga munculnya buku Negarakertagama.
Selanjutnya agama Hindu berkembang pula di Bali. Kedatangan agama Hindu di Bali diperkirakan pada abad ke-8. Hal ini disamping dapat dibuktikan dengan adanya prasasti-prasasti, juga adanya Arca Siwa dan Pura Putra Bhatara Desa Bedahulu, Gianyar. Arca ini bertipe sama dengan Arca Siwa di Dieng Jawa Timur, yang berasal dari abad ke-8.
Menurut uraian lontar-lontar di Bali, bahwa Mpu Kuturan sebagai pembaharu agama Hindu di Bali. Mpu Kuturan datang ke Bali pada abad ke-2, yakni pada masa pemerintahan Udayana. Pengaruh Mpu Kuturan di Bali cukup besar. Adanya sekte-sekte yang hidup pada jaman sebelumnya dapat disatukan dengan pemujaan melalui Khayangan Tiga. Khayangan Jagad, sad Khayangan dan Sanggah Kemulan sebagaimana termuat dalam Usama Dewa. Mulai abad inilah dimasyarakatkan adanya pemujaan Tri Murti di Pura Khayangan Tiga. Dan sebagai penghormatan atas jasa beliau dibuatlah pelinggih Menjangan Salwang. Beliau Moksa di Pura Silayukti.
Perkembangan agama Hindu selanjutnya, sejak ekspedisi Gajahmada  ke Bali (tahun 1343) sampai akhir abad ke-19 masih terjadi pembaharuan dalam teknis pengamalan ajaran agama. Dan pada masa Dalem Waturenggong, kehidupan agama Hindu mencapai jaman keemasan dengan datangnya Danghyang Nirartha (Dwijendra) ke Bali pada abad ke-16. Jasa beliau sangat besar dibidang sastra, agama, arsitektur. Demikian pula dibidang bangunan tempat suci, seperti Pura Rambut Siwi, Peti Tenget dan Dalem Gandamayu (Klungkung).
Perkembangan selanjutnya, setelah runtuhnya kerajaan-kerajaan di Bali pembinaan kehidupan keagamaan sempat mengalami kemunduran. Namun mulai tahun 1921 usaha pembinaan muncul dengan adanya Suita Gama Tirtha di Singaraja. Sara Poestaka tahun 1923 di Ubud Gianyar, Surya kanta tahun1925 di SIngaraja, Perhimpunan Tjatur Wangsa Durga Gama Hindu Bali tahun 1926 di Klungkung, Paruman Para Penandita tahun 1949 di Singaraja, Majelis Hinduisme tahun 1950 di Klungkung, Wiwadha Sastra Sabha tahun 1950 di Denpasar dan pada tanggal 23 Pebruari 1959 terbentuklah Majelis Agama Hindu. Kemudian pada tanggal 17-23 Nopember tahun 1961 umat Hindu berhasil menyelenggarakan Dharma Asrama para Sulinggih di Campuan Ubud yang menghasilkan piagam Campuan yang merupakan titik awal dan landasan pembinaan umat Hindu. Dan pada tahun 1964 (7 s.d 10 Oktober 1964), diadakan Mahasabha Hindu Bali dengan menetapkan Majelis keagamaan bernama Parisada Hindu Bali dengan  menetapkan Majelis keagamaan bernama Parisada Hindu Bali, yang selanjutnya menjadi Parisada Hindu Dharma Indonesia.

5.      BUDHA
Agama Buddha bagi bangsa Indonesia sebenarnya bukanlah agama
baru. Ratusan Tahun yang silam agama ini pernah menjadi pandangan
hidup dan kepribadian bangsa Indonesia tepatnya pada zaman kerajaan
Sriwijaya, kerajaan Maratam Purba dan keprabuan Majapahit.
Candi Borobudur, salah satu warisan kebudayaan bangsa yang amat kita
banggakan tidak lain cerminan dari kejayaan agama Buddha di zaman
lampau.
Sekitar tahun 423 M Bhiksu Gunawarman datang ke negri Cho-
Po (jawa) untuk menyebarluaskan ajaran Buddha. Ternyata ia
memperoleh perlindungan dari penguasa setempat, sehingga misinya
menyebar luaskan ajaran Buddha berjalan lancar. semua ini tercatat
di dalambuku Gunawarman dan jika di dasarkan pada buku ini maka
kemungkinan besar ia adalah seorang perintid pengembangan agama
Buddha di Indonesia pada zaman tersebut.
Agama Buddha Dalam Zaman Penjajahan

Pada zaman penjajahan Belanda, di Indonesia hanya dikenal
adanya tiga agama yakni agama Kristen Protestan, Katolik dan Islam
sedangkan agama Buddha tidak disebut-sebut. Hal ini adalah salah
satu sikap Pemerintah Kolonial Belanda waktu itu. Dengan demikian
agama Buddha dapat dikatakan sudah sima di bumi Indonesia, tetapi
secara tersirat di dalam hati nurani bangsa Indonesia, agama Buddha
masih tetap terasa antara ada dan tiada.

Pada zaman pemerintahan kolonial Belanda di Jakarta didirikan Perhimpunan Theosofi oleh orang-orang Belanda terpelajar.
Tujuan dari Theosofi ini mempelajari inti kebjaksanaan semua agama
dan untuk menciptakan inti persaudaraan yang universal. Theosofi
mengajarkan pula kebijaksanaan dari agama Buddha, di mana seluruh
anggota Thesofi tanpa memandang perbedaan agama, juga mempelajari
agama Buddha. Dari ceramah-ceramah dan meditasi agama Buddha yang
diberikan di Loji Theosofi di Jakarta, Bandung, Medan, Yogyakarta,
Surabaya dan sebagainya, agama Buddha mulai dikenal, dipelajari dan
dihayati. Dari sini lahirlah penganut agama Buddha di Indonesia,
yang setelah Indonesia merdeka mereka menjadi pelopor kebangkitan
kembali agama Buddha di Indonesia.
Perkembangan Agama Buddha Sejak Kemerdekaan R.I.

Perhimpunan Theosofi y.ang bertujuan untuk membina persaudaraan
universal melalui penghayatan pengetahuan tentang semua agama
termasuk agama Buddha, telah menarik perhatian dan minat orang-orang
Indonesia terpelajar. Dari mempelajari agama Buddha kemudian
timbullah dorongan untuk menghayati dan mengamalkan ajaran agama
Buddha. Dari sinilah bermulanya orang-orang Indonesia terpelajar
mengenal agama Buddha sampai akhirnya menjadi penganut Buddha
Dharma. Orang-orang Indonesia terpelajar yang kemudian menjadi umat
Buddha melalui Theosofi antara lain M.S. Mangunkawatja, Ida Bagus
Jelanti, The Boan An, Drs. Khoe Soe Khiam, Sadono, R.A. Parwati,
Ananda Suyono, I Ketut Tangkas, Slamet Pudjono, Satyadharma, lbu
Jamhir, Ny. Tjoa Hm Hoey, Oka Diputhera dan lain-lainnya. Meskipun
theosofi tidak bertujuan untuk membangkitkan kembali agama Buddha
narnun dari theosofi ini lahir penganut agama Buddha yang kemudian
setelah Indonesia merdeka menjadi pelopor kebangkitan kembali agama
Buddha di Indonesia. Karena itu baik Perhimpunan Theosofi Indonesia
maupun Perhimpunan Pemuda Theosofi Indonesia secara tidak langsung
mempunyai andil yang besar dalam kebangkitan kembali agama Buddha di
Indonesia.
6.      KONGHUCU
Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (disingkat MATAKIN) adalah sebuah organisasi yang mengatur perkembangan agama Khonghucu diIndonesia. Organisasi ini didirikan pada tahun 1955.
Keberadaan umat beragama Khonghucu beserta lembaga-lembaga keagamaannya di Nusantara atau Indonesia ini sudah ada sejak berabad-abad yang lalu, bersamaan dengan kedatangan perantau atau pedagang-pedagang Tionghoa ke tanah air kita ini. Mengingat sejak zaman Sam Kokyang berlangsung sekitar abad ke-3 Masehi, Agama Khonghucu telah menjadi salah satu di antara Tiga Agama Besar di China waktu itu; lebih-lebih sejak zaman dinasti Han, atau tepatnya tahun 136 sebelum Masehi telah dijadikan Agama Negara .

  1. Toleransi Beragama
Toleransi adalah istilah dalam konteks sosial, budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah toleransi beragama, dimana penganut mayoritas dalam suatu masyarakat mengizinkan keberadaan agama-agama lainnya Istilah toleransi juga digunakan dengan menggunakan definisi "kelompok" yang lebih luas, misalnya partai politik, orientasi seksual, dan lain-lain. Hingga saat ini masih banyak kontroversi dan kritik mengenai prinsip-prinsip toleransi, baik dari kaum liberal maupun konservatif.

Sifat kita terhadap Toleransi
adalah untuk menghargai sesama pemeluk agama dan menghargai perbedaan tersebut, juga memberikan kebebasan kepada pemeluk agama lain untuk melakukan upacara keagamaan mereka

Tugas ISD 3 January bagian 1


1. Ilmu pengetahuan,teknologi dan kemiskinan
  1. Perbedaan Ilmu, Pengetahuan, dan Ilmu Pengetahuan
  1. Ada perbedaan prinsip antara ilmu dengan pengetahuan. Ilmu merupakan kumpulan dari berbagai pengetahuan, dan kumpulan pengetahuan dapat dikatakan ilmu setelah memenuhi syarat-syarat objek material dan objek formal 
  2. Ilmu bersifat sistematis, objektif dan diperoleh dengan metode tertentu seperti observasi, eksperimen, dan klasifikasi. Analisisnya bersifat objektif dengan menyampingkan unsur pribadi, mengedepankan pemikiran logika, netral (tidak dipengaruhi oleh kedirian atau subjektif). 
  3. Pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun, baik mengenai matafisik maupun fisik, pengetahuan merupakan informasi yang berupa common sense, tanpa memiliki metode, dan mekanisme tertentu. Pengetahuan berakar pada adat dan tradisi yang menjadi kebiasaan dan pengulangan-pengulangan. Dalam hal ini landasan pengetahuan kurang kuat cenderung kabur dan samar-samar. Pengetahuan tidak teruji karena kesimpulan ditarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji lebih dahulu. Pencarian pengetahuan lebih cendrung trial and error dan berdasarkan pengalaman belaka


dari penjelasan di atas, yang lebih dulu adalah pengetahuan. karena pengetahuan berasal dari pengalaman dan kemudian dibakukan menjadi ilmu 


  1. Metode Ilmiah
Metode ilmiah merupakan suatu prosedur (urutan langkah) yang harus dilakukan untuk melakukan suatu proyek ilmiah (science project). Secara umum metode ilmiah meliputi langkah-langkah berikut:
  • Observasi Awal
  • Mengidentifikasi Masalah
  • Merumuskan atau Menyatakan Hipotesis
  • Melakukan Eksperimen
  • Menyimpulkan Hasil Eksperimen
Cara Berfikir
Analisis : Adalah proses yang dilakukan secara hati-hati dengan membagi-bagi masalah dengan melalui aplikasi teknis analisis dan penerapan pengetahuan yang tepat. Sebagai contoh, analisa fakta membutuhkan pembuktian hipotesa. 
Sintetis : Orang berlandaskan pada pengetahuan-pengetahuan yang khusus, fakta-fakta yang unik, dan merangkaikan fakta-fakta yang khusus itu menjadi suatu pemecahan yang bersifat umum. Konklusi yang ditarik dari cara berfikir sintetik menempuh jalan induktif. Pembuktian kebenarannya bersifat a posteriori. 
Induktif : Berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.
Deduktif : Deduksi adalah cara berpikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus.
Masa Perkembangan Teknologi
Teknologi merupakan fasilitas atau sarana dalam melakukan komunikasi. Dari kalimat tersebut, kita dapat menjawab pertanyaan di paragraf pertama bahwa kedua hal tersebut saling berkaitan. Tentu saja apabila dengan orang yang sedang berada di dalam satu ruangan dengan kita, tidak perlu menggunakan teknologi untuk melakukan komunikasi. Namun, bila dengan orang yang jauh dari kita, entah di lain kota atau bahkan luar negeri, teknologi adalah jawaban yang tepat untuk mengatasinya. Teknologi dibutuhkan baik untuk membantu, melancarkan, mempermudah, mempercepat, dan mengefisiensi proses komunikasi. Maka dari itu, teknologi dapat mendekatkan yang jauh.
Pada masa lampau, mungkin komunikasi hanya dapat dilakukan melalui surat, telepon selular, radio, televisi, majalah, surat kabar, yang membatasi kita dalam menanggapi pesan yang kita terima. Namun, setiap zaman memiliki teknologinya sendiri yang merupakan hasil perbaikan dari masa sebelumnya. Perkembangan teknologi yang terus terjadi membantu proses komunikasi menjadi semakin baik dan lancar. Seperti saat ini, di mana teknologi menyediakan beragam sarana yang tentu saja membuat segalanya menjadi lebih mudah, cepat, dan menarik, contohnya seperti melalui Instant Messenger (Blackberry Messenger, Yahoo Messenger, MSN), jejaring sosial (Facebook, Twitter, Plurk), yang memberikan kenyamanan serta fasilitas yang memudahkan kita dalam berkomunikasi. Kita dapat mengirim dokumen berupa gambar, suara, video, hanya melalui sebuah ponsel tanpa harus saling berdekatan seperti jika menggunakan bluetooth. Dahulu saat belum ada fasilitas webcam pada komputer dan laptop, kita hanya dapat melakukan komunikasi sebatas chatting tanpa bisa melihat wajah lawan bicara kita. Berbeda dengan sekarang, kita dapat dengan mudahnya melakukan chatting, jugavideo call yang membuat kita bisa bertatap muka dengan lawan bicara kita melalui kamera sehingga meskipun kita berjauhan dengan orang tersebut, kita masih dapat melihat wajah dan akitivitasnya. Lain lagi dengan internet yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Melalui internet, kita bisa mendapatkan berbagai hal yang kita inginkan, mulai dari pengetahuan, informasi, berita terkini, gambar, video, lagu, apa pun yang kita inginkan. Singkat kata, masa kini manusia telah dimanjakan dengan berbagai teknologi yang kian canggih.
Perubahan teknologi yang terjadi ikut ‘menyeret’ perubahan komunikasi di dunia. Menurut Everett M. Rogers, ada empat era perkembangan teknologi komunikasi. Pertama dimulai dengan era komunikasi tulisan (4000 SM - hingga kini). Pada era tulisan ini terdapat beberapa bukti; orang-orang Sumerians membuat huruf dengan menggunakan tanah liat. Lalu pada 1041 SM, ditemukan tipe pencetakan huruf dalam buku di Cina. Kemudian pada 1241 SM ditemukan pencetakan huruf dari tanah liat ke logam di Korea. Kemudian era selanjutnya yaitu era komunikasi cetakan (1456 – hingga kini). Pada saat ini Johannes Gutenberg menemukan mesin cetak yang katanya digunakan untuk mencetak injil, tetapi hanya untuk skala kecil. Karena belum banyak orang yang bisa membaca saat itu. Perkembangan informasi berjalan lambat ketika mesin cetak belum muncul dan berkembang. Tidak semua orang memiliki buku karena saat itu untuk memperbanyak buku masih dilakukan secara manual, yaitu menggunakan tangan sehingga buku bacaan hanya tersedia dalam jumlah terbatas. Lalu pada era yang ketiga adalah era komunikasi telekomunikasi (1844 – hingga kini). Pada 24 Mei 1844, Samuel Morse menemukan sebuah cara penyampaian pesan melalui kabel elektronika (yang belakangan ini dikenal dengan telegraph). Kehadiran telegraph memotivasi para ahli untuk terus mengembangkan teknologi baru, seperti radio dan televisi. Sementara pada era yang terakhir yang disebut era komunikasi interaktif (1946 – hingga kini) merupakan era yang paling kontemporer karena telekomunikasi terjadi di antara dua media berbeda dan difasilitasi dengan adanya komputer. Menurut Rogers, era ini berawal dari ditemukannya ENIAC (perangkat kerja komputer sederhana yang terdapat 18.000 tabung lampu vacuum di dalamnya), pada taun 1946 di Universitas Pensylvania oleh sekelompok ilmuwan. Setelah sepertiga abad kemudian, penemuan ini menghasilkan perangkat yang lebih canggih, fleksibel, dan kecil tentunya.
Salah satu penemuan teknologi yang berdampak sangat besar terhadap dunia dan amat vital terhadap hidup kita adalah internet. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, internet memenuhi berbagai keinginan kita, dan lewat internet pula kita dapat menjangkau belahan dunia bagian mana pun. Kita bisa mengetahui informasi mengenai suatu negara tan pa harus mengunjungi langsung negara tersebut. Selain itu, kita juga bisa berhubungan dengan siapa pun di belahan dunia mana pun dengan adanya internet.
            Seiring dengan perubahan teknologi, tanpa kita sadari cara kita berkomunikasi pun ikut berubah. Seperti contohnya yang sering kita temukan di negara kita adalah saat perayaan hari besar seperti natal, tahun baru, lebaran. Dahulu, kita mengucapkan ucapan hari raya melalui surat yang ditempelkan pada  parsel untuk orang lain. Namun, dewasa ini kita mengucapkannya melalui SMS (Short Message Service), BBM (Blackberry Messenger), Facebook, dll. Perkembangan teknologi yang kian canggih membuat manusia sangat bergantung dengan teknologi. Akan tetapi, teknologi memang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia apalagi sangat berguna dalam kehidupan manusia dan kelangsungan dunia ini.
Hubungan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menigkatkan kesejahteraan / taraf hidup masyarakat
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Seperti yang kita ketahui, teknologi kini telah merembes dalam kehidupan kebanyakan manusia bahkan dari kalangan atas hingga menengah kebawah sekalipun. Dimana upaya tersebut merupakan cara atau jalan di dalam mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat dan martabat manusia. Manusia mengembangkan IPTEK dalam rangka untuk mengolah SDA yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dimana dalam pengembangan IPTEK harus didasarkan terhadap moral dan kemanusiaan yang adil dan beradab, agar semua masyarakat bisa merasakan IPTEK secara merata. Begitu juga diharapkan SDM nya bisa lebih baik lagi, apalagi banyak kemudahan yang kita dapatkan.
Namun, berbanding terbalik dengan realita yang ada karena semakin canggih perkembangan teknologi, telah membuat masyarakat menjadi malas yang disebabkan oleh kemudahan-kemudahan yang ada tersebut. Ambil saja salah satu contoh perkembangan IPTEK dibidang telekomunikasi dimana zaman dahulu. Handphone itu sangat langka karena harganya yang mahal berbeda dengan zaman sekarang, harga handphone sudah sangat murah dan menjangkau lapisan menengah ke bawah. Disatu sisi telah terjadi perkembangan yang sangat baik sekali di aspek telekomunikasi, namun pelaksanaan pembangunan IPTEK masih belum merata. Masih banyak masyarakat kurang mampu yang putus harapannya untuk mendapatkan pengetahuan dan teknologi tersebut.
Peradaban bangsa dan masyarakat dunia di masa depan sudah dipahami dan disadari akan berhadapan dengan situasi serba kompleks dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan. Cabang-cabang IPTEK itu telah memunculkan berbagai perkembangan yang sangat cepat dengan implikasi yang menguntungkan bagi manusia atau sebaliknya. Pesatnya kemajuan IPTEK memerlukan penguasaan, pemanfaatan, dan kemajuan IPTEK untuk memperkuat posisi daya saing dalam kehidupan global. Perkembangan IPTEK disamping bermanfaat untuk kemajuan masyarakat Indonesia juga memberikan dampak negatif.
Adapun dampak negatif dari berkembangnya IPTEK antara lain :
  1. Penggunaan informasi dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan oleh pihak tertentu.
  2. Kerahasiaan hasil tes semakin terancam, misalkan informasi tentang tes psikotes yang bisa diakses melalui internet, bahkan dapat memperoleh layanan tes psikotes langsung dari internet.
  3. Pola interaksi antar manusia yang berubah.
  4. Penyalahgunaan pengetahuan bagi orang tertentu dalam melakukan tindak kriminalitas.
Perkembangan teknologi memang sangat diperlukan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam beberapa tahun terakhir ini. Namun manusia tidak bisa menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa teknologi juga mendatangkan berbagai efek negatif bagi manusia.
Untuk meminimalisir dampak negatif dari penerapan IPTEK perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
  1. Menjaga keserasian dan keseimbangan dengan lingkungan setempat.
  2. Teknologi yang akan diterapkan hendaknya betul-betul dapat mencegah timbulnya permasalahan di tempat itu.
  3. Memanfaatkan seoptimal mungkin segala sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada.
Dengan memperhatikan perkembangan dan kemajuan zaman dengan sendirinya pemanfaatan dan penguasaan IPTEK mutlak diperlukan untuk mencapai kesejahteraan bangsa. Selain itu pula, perkembangan IPTEK di berbagai bidang di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat semestinya dapat meningkatkan kualitas SDM.

Komunikasi IPTEK terhadap masyarakat dan pemahaman masyarakat terhadap IPTEK merupakan subyek riset yang relatif baru di lingkungan akademis, namun berkembang untuk dipelajari lebih lanjut untuk mendukung proses pengambilan kebijakan publik. Pemahaman yang baik terhadap dinamika kompleksitas IPTEK dan interaksi IPTEK dengan masyarakat, berguna dalam peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap IPTEK dan akhirnya berkembang menjadi suatu sistem pengelolaan dan kontrol sosial masyarakat terhadap IPTEK.
Dalam komunikasi IPTEK, perangkat komunikasi atau penyampai informasi yang digunakan akan disesuaikan untuk menciptakan jaminan terjadinya pemahaman dan penerimaan masyarakat awam terhadap IPTEK. Sedangkan aspek ketiga adalah aspek kreativitas, yang membantu perkembangan kecerdasan dan kapabilitas masyarakat sehingga menghasilkan kemampuan dalam mengintegrasikan IPTEK ke kehidupan sehari-hari.
IPTEK memainkan peran penting sebagai sebuah agen pembaharu di masyarakat. Sebagai bangsa yang bergerak ke arah ekonomi berbasis pengetahuan, dibandingkan ekonomi berbasis sumber daya alam sesuai dengan paradigma tekno-ekonomi, IPTEK menjadi landasan keberhasilan pembangunan ekonomi yang didukung oleh kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia yang kompetitif.