Sabtu, 21 Juni 2014

[Game Review] Corpse Party & Corpse Party : Book of Shadows


        Beberapa waktu sebelumnya saya menulis tentang Tips Membuat Game Horror, nah sekarang saya akan mencoba me-review salah satu game horror yang berasal dari negeri sakura yaitu Corpse Party dan sekuelnya Corpse Party : Book of Shadow.
     
       Yap, sebelum Review dimulai saya akan membahas sedikit tentang sejarah game ini, awalnya pada tahun 1996 game ini merupakan game indie yang dibuat oleh kelompok pengembang bernama Team GrisGris untuk sebuah tipe komputer jepang yaitu NEC-PC9800, dimana permainannya seperti game RPG yang menggunakan Battle System Turn-Based.
       OK, sekarang kita mulai Reviewnya


Corpse Party

(note : versi jepangnya lebih dikenal dengan judul Corpse Party Blood Covered Repeated Fear)


  • Story
        Corpse Party sendiri menceritakan tentang sekelompok siswa-siswi, guru dan adik perempuan salah satu murid dari SMA Kisaragi yang terjebak dalam sekolah "terkutuk", disini kita berperan sebagai murid-murid tersebut dan mengumpulkan petunjuk agar dapat keluar dari sekolah tersebut.
        Namun, tidak semudah yang diucapkan, ancaman yang menghantui mereka dari rasa takut hingga kematian pun harus mereka hadapi agar dapat keluar dari sekolah itu.


  • Environment

        Jika membicarakan tentang Game horor tidak lengkap rasanya jika tidak membicarakan tentang bagaimana keadaan dalam game tersebut.
   
  • Setting
     
         Mengambil setting di sebuah sekolah tua yang sudah hampir hancur membuat game ini menjadi mencekam, belum lagi barang-barang yang berserakan, pesan-pesan aneh yang terkadang ditulis oleh darah dan yang paling buruk, adalah jasad-jasad yang dengan mudah kita temukan di berbagai tempat (sesuai judulnya) membuat game menunjukan kesan misteri bagi yang memainkannya.
         Disini kamu akan secara bebas mengeksplorasi dari mengecek ruangan per ruangan hingga memeriksa berbagai macam objek, dan beberapa objek akan menunjukan lebih detail saat diperiksa.


  • Graphic
            Bagi kamu para Gamer yang Graphic-minded jangan berharap mendapatkan grafis kelas AAA, game ini sebatas menggunakan RPG maker, dimana gambarnya bergaya retro 2D namun dengan penataan yang detail sehingga kita dapan merasakan suasana di game ini.
            Prespektifnya berada di atas-depan (pandangan utamanya mengarah ke atas), beberapa event ditunjukan dengan gambar bergaya-anime dimana akan memperjelas kejadian-kejadian yang sedang terjadi.


  • Sound
             Walaupun game ini masih menggunakan grafis 2D, uniknya game ini sudah mendukung suara 3D dimana kamu akan mengetahui arah datangnya suara jika kamu memainkannya menggunakan Headset, belum lagi Background sound yang benar-benar mencekam membuat kadar kengerian game ini menjadi bertambah.
            Game ini juga sudah didukung Voice Acting, dimana semua karakter disini mempunyai suara mereka masing masing di setiap pengucapan maupun percakapan, voice acting-nya sendiri direkam oleh Pengisi Suara dari jepang, yang berarti semua percakapannya direkam dengan bahasa jepang.



  • Gameplay
            Seperti yang dijelaskan sebelumnya, game ini bersifat eksplorasi-bebas dimana kamu dapat mencari petunjuk, mengambil item, dan berinteraksi dengan objek agar dapat meneruskan permainan, disini kamu juga bisa mengumpulkan nama-nama korban yang terjebak di sekolah ini.
            Game ini juga bersifat kritis, dimana berinteraksi dengan objek tertentu atau pilihan yang kamu buat akan mempengaruhi jalan cerita dari game ini.
            Namun, kamu juga harus berhati-hati dalam mengambil setiap keputusan, karena setiap jalan cerita mempunyai jalan cerita yang sangat berbeda dan mempengaruhi ending dari cerita tersebut, jika kamu salah mengambil keputusan maka game berakhir dalam keadaan "Wrong End" atau game over, memeriksa objek, memeriksa ruangan, hingga pilihan saat percakapan tertenru akan mempengaruhi jalan cerita di setiap Chapternya.


OK sekian review dari saya tentang Corpse Party
selanjutnya saya akan me-review game selanjutnya, yaitu Corpse Party : Book of Shadows

Corpse Party : Book of Shadows




  • Story
      Corpse Party : Book of Shadows menceritakan kejadian setelah beberapa murid yang berhasil selamat, dimana Naomi (salah satu dari Karakter Utama) menjadi stres karena tidak ada yang mengingat sahabat baiknya yaitu Seiko, Game ini juga menceritakan kejadian-kejadian yang terjadi pada beberapa karakter sampingan dan pada beberapa Alter End pada game sebelumnya.

  • Environment

  • Setting
       Sama seperti sebelumnya, game ini ber-setting di sebuah sekolah SD tua yang sudah hampir hancur, dimana disini kamu akan melihat secara jelas keadaan disekitar, tidak hanya di sekolah tersebut, game ini juga bersetting di tempat lain seperti SMA Kisaragi (SMA tempat para karakter utama berasal), sebuah kafe, dan sebuah pedesaan kecil.

  • Graphic
       Dalam sisi ini, terlihat perubahan yang cukup drastis, dimana kamu akan melihat secara jelas keadaan disekitar, dengan Graphic bergaya seperti Anime, semua tempat, objek, bahkan mayat dapat kamu lihat melalui prespektif First Person

  • Sound
        Tanpa meninggalkan unsur suara yang mencekam, game ini tetap menggunakan suara 3D dimana kamu akan mendengar darimana asal suara datang, jadi jangan kaget bila tiba-tiba kamu mendengar suara yang aneh saat kamu menelusuri tempat-tempat di game ini.
       Ditemani Background sound yang mencekam dan beberapa Background sound yang baru, yang terkadang di beberapa tempat Background sound pun menghilang membuat game ini menjadi lebih mencekam.


  • Gameplay
       Tidak seperti game sebelunnya, Game ini menggunakan gaya bermain seperti Visual Novel, dimana terdapat beberapa fitur seperti VN seperti text-skipping, fast forward, dan dialog history yang berguna pada suatu percakapan untuk mempercepat jalan cerita, atau kamu ingin melihat dialog sebelunnya jika terlewat game ini juga merubah prespektifnya menjadi First Person, dimana kamu akan melihat secara jelas pandangan yang berada di depanmu.
       Meski demikian di game ini kamu tetap dapat menelusuri tempat-tempat dan memeriksa secara bebas saat berada dalam "Search Mode", setiap tempat baik ruangan maupun koridor dibagi oleh blok-blok yang bisa kamu periksa satu per satu.




       Di game ini terdapat indikator tambahan yaitu "Darkening" yang bisa kamu lihat pada menu, indikator ini menunjukan tingkat emosional karakter, berinteraksi dengan objek tertentu, mayat, atau memasuki tempat tertentu akan meningkatkan indikator ini, berhati-hatilah dalam memeriksa sesuatu karena jika indikator ini mencapai 100% kamu akan mengalami "Instant Game Over", indikator ini juga berfungsi sebagai pemicu suatu event jika mencapai batas persentase tertentu termasuk mengarah ke ending yang salah (Wrong End)..



       Tanpa meninggalkan unsur gameplay dari game sebelumnya yaitu survival, tetaplah berhati-hati dalam memeriksa sesuatu karena keputusan yang tepat tetaplah menjadi satu faktor penting dalam game ini, beberapa pilihan pun diberi batasan waktu, salah memeriksa, memilih pilhan dan lain-lain dapat membawamu ke jalan cerita yang berbeda atau bahkan mengarah ke "Wrong End"
       Namun tidak selamanya keputusan yang berbeda selalu salah, di game ini beberapa keputusan yang berbeda dapat membawamu ke event tambahan yang dapat membuat cerita dalam game ini lebih menarik.


Sekian review dari saya, saya mohon maaf bila ada salah kata, jika ada kritik dan saran silahkan berkomentar, terima kasih telah membaca artikel dari saya selamat menikmati hari anda ^^

Referensi :
Pengalaman Pribadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar